YOGYAKARTA — Musyawarah Provinsi (Musprov) PMI DIY 2026 yang digelar di Hotel Alana Yogyakarta, Sabtu, kembali mempercayakan kursi ketua kepada GBPH H Prabukusumo. Keputusan ini diambil secara aklamasi oleh seluruh peserta musprov, menandakan soliditas organisasi kemanusiaan di tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Gusti Prabu—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa prioritas utama kepengurusannya ke depan adalah memastikan layanan darah bagi masyarakat Yogyakarta berjalan optimal. "Penguatan kapasitas relawan serta penyediaan darah yang aman, terjangkau, dan berkualitas dari pendonor sukarela tetap menjadi prioritas utama pelayanan organisasi," ujarnya.
Audit WTP dan Capaian Sepanjang 2021-2026
Periode kepemimpinan sebelumnya meninggalkan catatan kinerja yang solid. PMI DIY berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari akuntan publik selama lima tahun berturut-turut, sebuah pencapaian yang diapresiasi langsung oleh Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said.
"Audit independen secara berkala perlu ditetapkan sebagai mekanisme yang wajib dalam tata kelola organisasi. Saya mengapresiasi PMI DIY yang telah secara konsisten melaksanakan audit eksternal dengan hasil wajar tanpa pengecualian," kata Sudirman Said dalam kesempatan yang sama.
Selain predikat WTP, PMI DIY juga mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih peringkat pertama Jumbar PMR Tingkat Nasional IX serta akreditasi Paripurna untuk Klinik Pratama dan Klinik Utama Hemodialisis.
Apresiasi untuk 99 Pendonor Sukarela
Momen musprov kali ini juga menjadi ajang penghargaan bagi para pahlawan kemanusiaan. Gubernur DIY, melalui sambutan yang dibacakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY Amin Subargus, memberikan apresiasi tinggi kepada 99 pendonor darah sukarela di Yogyakarta yang telah mencapai 75 kali donor.
Dedikasi para pendonor ini dinilai sebagai wujud nyata modal sosial kemanusiaan yang sangat berharga bagi keberlangsungan layanan darah di daerah. Mereka menjadi tulang punggung bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah di berbagai rumah sakit.
Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan ke Depan
Ke depan, PMI DIY dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Gubernur DIY berharap organisasi ini senantiasa adaptif dan profesional dalam menghadapi perubahan iklim, ancaman bencana, hingga krisis kesehatan yang mungkin terjadi.
Untuk mendukung keberlangsungan layanan kemanusiaan tersebut, Gusti Prabu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. "PMI DIY membutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari pemerintah daerah, pemangku kepentingan, sektor swasta, media, serta seluruh elemen masyarakat," tegasnya.
Ia menambahkan, langkah akuntabilitas yang telah dibangun selama ini merupakan upaya strategis PMI dalam perannya sebagai mitra pemerintah dalam kerja-kerja kemanusiaan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.