Pencarian

Aktivitas Pendakian Gunung di Jabar Dihentikan Sementara, Ini Alasannya

Senin, 31 Agustus 2026 • 08:45:01 WIB
Aktivitas Pendakian Gunung di Jabar Dihentikan Sementara, Ini Alasannya
Pendaki terlihat melintasi jalur yang mengering di kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat, saat aktivitas pendakian dihentikan sementara.

DI YOGYAKARTA — Langkah ini diambil untuk menekan risiko kebakaran yang dipicu kelalaian pendaki. Vegetasi yang mengering akibat cuaca panas membuat percikan api sekecil apa pun bisa memicu kebakaran besar.

Angka Karhutla di Jawa Barat: 132 Kejadian, 196 Hektare Terbakar

Data hingga 24 Agustus 2026 mencatat 132 kejadian karhutla di Jawa Barat. Luas lahan yang terbakar mencapai 196,40 hektare. Angka ini mendorong pemerintah provinsi mengambil langkah pencegahan lebih ketat.

Salah satu kebijakan yang langsung disampaikan adalah penghentian sementara kegiatan pendakian. Gubernur meminta bupati di daerah yang memiliki gunung populer untuk segera menindaklanjuti.

Gubernur: Tunda Dulu Pendakian, Bukan Semua Pendaki Disiplin

Dalam pernyataannya Senin (31/8/2026), Dedi Mulyadi menegaskan bahwa puntung rokok dan api dari pendaki menjadi sumber kebakaran yang perlu diwaspadai. Ia menilai tidak semua orang bisa mengendalikan api dengan baik.

"Bupati Cianjur dan Bupati Bogor, serta daerah-daerah yang gunungnya digunakan untuk dilakukan kegiatan panjat gunung, sebaiknya ditunda dulu sementara," kata Dedi.

Alasannya jelas. Banyak pendaki yang membawa rokok dan membuat api saat berkemah. Jika tidak diawasi ketat, percikan api bisa membakar vegetasi kering.

"Karena banyak orang yang manjat gunung itu, itu bawa rokok dan bakar. Karena bikin bakar aja nggak terkendali jadi kebakaran. Sementara ini menurut saya tunda dulu, karena tidak semua orang disiplin," ujarnya.

TPA Sampah Juga Jadi Perhatian

Pencegahan karhutla tidak hanya difokuskan pada kawasan hutan dan gunung. Dedi Mulyadi juga meminta para kepala daerah meningkatkan pengawasan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

TPA berisiko menyimpan material mudah terbakar. Aktivitas yang memicu api, seperti membawa korek api atau merokok di area TPA, perlu dicegah.

"Kalau TPA kan bupati-bupatinya harus segera tanggap di lingkungan TPA-nya masing-masing. Kalau menurut saya sih, hindarkan orang bawa korek api dan rokok ke tempat TPA," tegas Dedi.

Bagi traveler yang berencana mendaki gunung di Jawa Barat, sebaiknya menunda rencana hingga kondisi membaik. Pantau informasi resmi dari pemerintah daerah setempat sebelum berangkat. Keselamatan dan kelestarian alam tetap prioritas.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: monitorindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks