DI YOGYAKARTA — Penandatanganan MoU yang berlangsung di Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (1/9/2026) ini melibatkan sejumlah mitra bisnis dari berbagai sektor. Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka, menyebut dukungan yang masuk pada penyelenggaraan tahun ini jauh lebih masif dibanding edisi sebelumnya, terutama dalam hal konektivitas dan logistik.
Dua Pembalap Indonesia dan Dampak Ekonomi yang Diharapkan
ITDC tidak hanya menyoroti aspek teknis balapan. Kehadiran dua pembalap Indonesia yang akan turun di kelas Moto2 dan Moto3 dinilai menjadi momen penting untuk mengangkat nama tanah air di kancah motorsport global.
Troy menegaskan bahwa perhelatan ini memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi pariwisata. Targetnya jelas: meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperpanjang durasi tinggal, dan mendorong belanja wisatawan di Mandalika serta Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Menjawab Keluhan Klasik Akomodasi dan Transportasi
Isu keterbatasan kamar hotel dan akses transportasi yang kerap menjadi momok bagi penonton MotoGP mendapat respons konkret. ITDC bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengembangkan bundling package yang menggabungkan tiket balapan dengan kebutuhan perjalanan lainnya.
"Ini jawaban dari pertanyaan banyak orang mengenai sulitnya akomodasi, sulitnya transportasi, sulitnya konektivitas karena sesungguhnya itu sudah terjawab dari beberapa tahun yang lalu namun kali ini menjadi lebih spesial karena supportnya menjadi lebih luar biasa," ujar Troy dalam keterangannya.
Cakupan Sinergi: dari Cargo Handling hingga Paket Wisata
Skema kemitraan yang dibangun tidak terbatas pada tiket dan hotel. ITDC melibatkan mitra untuk layanan transportasi udara dan laut, layanan bandara, hospitality, hingga penanganan kargo atau cargo handling.
Artinya, rantai logistik peralatan tim balap hingga kebutuhan operasional sirkuit menjadi bagian integral dari persiapan ini. Dengan waktu kurang lebih 37 hari menuju balapan, Troy optimistis seluruh ekosistem pendukung dapat bekerja lebih solid dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menambahkan, momen ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event internasional kelas dunia dengan tata kelola yang profesional dan berdampak luas bagi masyarakat lokal.