Pencarian

Pencairan Dana SAL Rp400 Triliun dari Bank BUMN Hampir Bikin Likuiditas Perbankan Kering, Purbaya Akui Ada Salah Koordinasi

Kamis, 16 Juli 2026 • 10:27:32 WIB
Pencairan Dana SAL Rp400 Triliun dari Bank BUMN Hampir Bikin Likuiditas Perbankan Kering, Purbaya Akui Ada Salah Koordinasi
Menteri Keuangan Purbaya mengakui adanya kesalahan koordinasi dalam pencairan dana SAL Rp400 triliun dari Bank BUMN yang sempat mengeringkan likuiditas perbankan.

DI YOGYAKARTA — Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (15/7/2026), Purbaya membeberkan kronologi tarik-ulur dana kas negara tersebut. Ia menegaskan keputusan menarik dana bukanlah langkah sepihak tanpa perhitungan, melainkan hasil kesepakatan tripartit antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan DPR.

Kode Keras dari Bank Sentral: Jangan Ikut Campur Kebijakan Moneter

Purbaya menjelaskan, motif awal penarikan dana adalah kepatuhan terhadap batas kewenangan fiskal dan moneter. Ketika BI meminta pemerintah mengurangi simpanan di bank komersial, Kemenkeu menurut.

“Saya bukan ambil uang tiba-tiba. Saya maunya nambah sebanyak-banyaknya, tapi saya bukan bank sentral. Ketika BI kasih kode ke saya, jangan ikut campur kebijakan moneter, ya saya ikut. Mereka bilang kurangi uang kamu, kami akan ganti,” ungkap Purbaya.

Namun, janji likuiditas pengganti dari BI ternyata tak semulus yang dibayangkan. Penarikan dana SAL dalam jumlah besar langsung menghantam sektor perbankan komersial.

Efek Domino: Likuiditas Mengering, Bankir Protes

Setelah dana ditarik, keluhan likuiditas mengalir deras dari jajaran bank Himbara. Purbaya mengakui dampaknya lebih parah dari perkiraan awal.

“Saya ngerti betul, kalau saya ambil pasti runtuh. Tapi kita tidak mau ikut campur lembaga lain. Waktu itu mereka bilang akan ganti, ya sudah saya tarik. Rupanya tidak sesederhana itu, jadi saya inject lagi,” jelasnya.

Pemerintah kemudian bergerak cepat dengan menyuntikkan kembali dana SAL ke pasar perbankan. Jumlahnya bahkan dipertebal dari pagu awal untuk memastikan likuiditas pulih.

Bukan Main-Main, tapi Sinkronisasi Antarlembaga

Purbaya menepis anggapan bahwa langkah maju-mundur ini menunjukkan ketidakmatangan pengelolaan kas negara. Menurutnya, dinamika tersebut murni untuk menyelaraskan arah kebijakan antarlembaga tinggi negara.

“Jadi bukan saya main-main atau maju mundur nggak ada perhitungan. Tapi untuk mensinkronisasi kebijakan dengan lembaga lain, termasuk dengan DPR. Waktu itu keputusannya diambil di DPR, saya ikut. Tapi setelah ada koreksi, saya ikut juga. Jadi ke depan kita lebih hati-hati manage uang itu,” tambah Purbaya.

Pelajaran untuk Pengelolaan Kas Negara ke Depan

Kejadian ini menjadi catatan penting bagi koordinasi fiskal-moneter ke depan. Purbaya mengindikasikan akan ada prosedur yang lebih ketat dalam pengelolaan instrumen cash management negara agar kejadian serupa tidak terulang.

Bagi pelaku pasar, pengakuan terbuka Menteri Keuangan ini setidaknya memberikan kejelasan bahwa pemerintah sadar akan dampak signifikan dari pergerakan dana SAL terhadap likuiditas perbankan nasional. Keputusan injeksi ulang dengan pagu lebih besar menjadi sinyal bahwa stabilitas sistem keuangan tetap menjadi prioritas.

Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks