BANTUL — Ekonomi kreatif berbasis kerajinan batik kayu di Desa Wisata Krebet, Kecamatan Pajangan, Bantul, terbukti menjadi motor penggerak utama perekonomian warga. Setidaknya 50 rumah produksi masih aktif beroperasi, menyerap sekitar 200 tenaga kerja lokal setiap harinya.
Angka tersebut belum termasuk 150 unit usaha masyarakat lain yang tumbuh di sekitar area wisata. Mulai dari kuliner, penginapan, hingga jasa pemandu, semuanya dikelola secara mandiri oleh warga melalui konsep Community Based Tourism (CBT).
Desa Krebet bukanlah destinasi biasa. Pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, desa ini menyabet Juara 1 Kategori Kelembagaan dan SDM. Prestasi serupa juga diraih di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Salah satu keunikan utama desa ini terletak pada media seninya. Berbeda dengan batik kain pada umumnya, para perajin di Krebet melukis motif batik menggunakan malam dan canting langsung di atas media kayu. Hasilnya, perabotan rumah tangga hingga suvenir bernilai seni tinggi.
Pengelolaan desa wisata ini pun terbilang rapi. Terdapat 11 divisi khusus yang mengurus berbagai aspek, mulai dari homestay, kuliner, hingga pemandu wisata. Kapasitas penginapan mencapai 25 homestay yang sanggup menampung hingga 300 tamu.
Astra Motor Yogyakarta baru-baru ini menggelar agenda Media Gathering yang mengajak para jurnalis menjajal skutik premium Honda PCX 160 Roadsync menuju Desa Krebet. Perjalanan sejauh 19,3 km dari Kantor Main Dealer Astra Motor Yogyakarta ditempuh dalam waktu 40 menit dengan kecepatan jelajah rata-rata 50 km/jam.
Rute yang dilalui mencakup jalur perkotaan Yogyakarta hingga medan menanjak di perbukitan Bantul. Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Pengelola Desa Wisata Krebet, Jati Kumara, dan Bendahara Desa Wisata, Mas Panut, di sebuah pendopo yang dihiasi perabotan batik kayu asli buatan warga.
Kolaborasi dengan Astra melalui program DSA disebut memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM di Krebet. Dukungan tersebut diharapkan terus meningkatkan kualitas produksi serta memperluas jangkauan pasar hasil karya warga.
Dengan sistem organisasi yang matang dan dukungan berbagai pihak, Desa Wisata Krebet optimistis mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara maupun domestik. Fasilitas penunjang yang lengkap, hasil swadaya masyarakat, menjadi modal utama keberlanjutan pariwisata berbasis komunitas ini.