DI YOGYAKARTA — Meyers Manx bukan sekadar mobil. Ia ikon budaya otomotif pantai California. Kini, ikon itu kembali dalam wujud listrik. Setelah prototipe pertama tampil di The Quail pada 2022, kami akhirnya menguji versi produksi Launch Edition Manx 2.0 yang nyaris final. Pengujian singkat ini memberi gambaran jelas: ini bukan konversi mesin VW tua, melainkan perombakan total yang setia pada jiwa orisinalnya.
Dari kejauhan, Manx 2.0 tetap terlihat seperti buggy fiberglass klasik. Namun, cat metallic orange dengan serpihan glitter-nya berkilau seperti umpan ikan bass di bawah sinar matahari. Lampu depan di fender memberi wajah ramah yang khas.
Dimensinya hampir identik dengan versi klasik, hanya sedikit lebih pendek dan lebar. Perbedaan paling jelas ada di bagian belakang yang kini tertutup rapat. Tidak ada potongan mesin karena jantung pacunya berpindah ke bawah lantai. Bodi fiberglass-nya tetap mungil. Tidak ada pintu; Anda harus mengangkat kaki melewati sisi mobil seperti menaiki kuda. Itu bagian dari pesonanya yang tak pernah berubah.
Perubahan terbesar bukan pada motor listriknya, melainkan pada pondasinya. Manx 2.0 tidak lagi menggunakan sasis VW Beetle yang dimodifikasi. Sebagai gantinya, ada rangka tabung baja yang memungkinkan pemasangan suspensi coil-over Bilstein, kolom kemudi yang bisa diatur, dan roll bar struktural. Hasilnya, handling jauh lebih presisi dan stabil dibandingkan buggy klasik yang cenderung "berkelana" di jalan.
Kemudi tanpa power steering terasa berat saat parkir. Di kecepatan tinggi, justru terasa menyenangkan dan komunikatif. Rem cakram di empat roda memberikan daya henti kuat, meskipun tanpa ABS dan power assist. Ini butuh adaptasi, terutama bagi pengemudi yang terbiasa dengan mobil modern yang "semuanya dibantu".
Satu motor listrik bertenaga 181 hp dan torsi 385 Nm disalurkan ke roda belakang melalui transmisi satu percepatan dan limited-slip differential mekanis. Tenaganya lebih dari dua kali lipat mesin VW 4-silinder 100 hp yang ditawarkan di varian lain. Akselerasinya langsung terasa, tetapi Manx tidak menyebutkan angka 0-100 km/jam untuk versi produksi ini.
Baterai 45 kWh berbentuk L tertanam di bawah lantai. Jarak tempuh estimasinya hanya 100 mil (sekitar 160 km). Angka ini lebih rendah dari prototipe awal dan terbilang pendek untuk mobil listrik modern. Namun untuk mobil tanpa atap dan AC, 160 km terasa cukup sebelum Anda berhenti untuk mengoleskan tabir surya lagi.
Setelah sesi berkendara singkat, berikut poin-poin penting yang kami catat:
Meyers Manx 2.0 EV adalah paradoks yang menyenangkan. Ia mengambil esensi kebebasan berkendara dari era 1960-an, lalu membungkusnya dengan teknologi modern yang lebih andal. Tidak ada lagi suara bising mesin VW. Yang ada hanyalah tawa dan desiran angin.
Dengan jarak tempuh terbatas dan harga yang pasti jauh di atas puluhan ribu dolar, mobil ini bukan untuk semua orang. Ini mainan untuk kolektor yang menginginkan pengalaman klasik tanpa repotnya merawat mesin karburator. Jika Anda mencari mobil listrik harian yang praktis, ini bukan jawabannya. Tetapi jika Anda mencari mobil untuk menikmati akhir pekan dengan senyum lebar, Manx 2.0 EV adalah kandidat kuat.