Pencarian

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Tinjau Pos Kamling di Umbulharjo, Bahas Sampah hingga UMKM

Minggu, 23 Agustus 2026 • 14:39:31 WIB
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Tinjau Pos Kamling di Umbulharjo, Bahas Sampah hingga UMKM
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menghadiri Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat di Kelurahan Mujamuju, Umbulharjo, Jumat (21/8/2026) malam.

UMBULHARJO — Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebut keberadaan pos kamling memiliki peran lebih luas dari sekadar sarana ronda malam. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Kelurahan Mujamuju, Kemantren Umbulharjo, Jumat (21/8/2026) malam.

Menurut Hasto, pos kamling menjadi ruang srawung masyarakat untuk bertukar informasi dan mendeteksi persoalan sosial sejak dini. Komunikasi antarwarga yang berjalan baik dinilai mampu mencegah masalah lingkungan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Keberadaan pos kamling tidak sekadar sebagai sarana ronda malam, tetapi menjadi ruang srawung masyarakat untuk bertukar informasi dan memperkuat kewaspadaan bersama,” ujar Hasto dalam keterangannya.

Inovasi Losida dan Biopori Jumbo di Kelurahan Semaki

Dialog tersebut juga menyoroti pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Hasto meminta setiap lurah memaparkan upaya pengolahan sampah di wilayah masing-masing.

Lurah Semaki, Markhistun Nadhiroh, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mendorong pengolahan sampah organik rumah tangga menggunakan tabung lodong sisa dapur atau Losida. Metode ini memanfaatkan cacing di bagian bawah tabung untuk menguraikan sampah organik menjadi kompos.

Selain Losida, Kelurahan Semaki mengoperasikan 10 titik Biopori Jumbo yang tersebar di wilayahnya dan masih aktif digunakan warga. Untuk sampah anorganik, kelurahan telah menjalin kerja sama dengan PT JOS.

Target Pengembangan ke Wilayah Lain

Hasto mengapresiasi upaya pengolahan sampah dari sumbernya yang dilakukan warga Semaki. Menurutnya, persoalan sampah menuntut keterlibatan aktif masyarakat karena pemilahan harus dimulai dari rumah tangga.

Ia berharap metode Losida dan Biopori Jumbo yang telah berjalan di Semaki dapat direplikasi di kemantren lain di Kota Yogyakarta. Forum FKDM ini sekaligus menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan di lingkungannya, termasuk soal keamanan dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sorot.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks