Pencarian

Pemkot Jogja Luncurkan Jogja Learning Wallet, Sistem Baru Integrasikan Pengembangan Kompetensi ASN dan Pantau Jam Belajar

Kamis, 03 September 2026 • 21:37:02 WIB
Pemkot Jogja Luncurkan Jogja Learning Wallet, Sistem Baru Integrasikan Pengembangan Kompetensi ASN dan Pantau Jam Belajar
Pemkot Jogja meluncurkan Jogja Learning Wallet untuk mengintegrasikan pencatatan pengembangan kompetensi ASN dalam satu sistem.

YOGYAKARTA — Pemkot Jogja memperkenalkan inovasi bernama Jogja Learning Wallet (JLW) untuk merombak cara pengelolaan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Sistem ini dirancang menjawab persoalan lama berupa pencatatan pelatihan yang tersebar di berbagai platform dan belum terintegrasi dalam satu data.

Kepala Bidang Peningkatan Kompetensi SDM BKPSDM Kota Jogja, Wuri Widayati, menyebut sistem ini menjadi langkah membangun pembelajaran ASN yang transparan dan berbasis data. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas amanat UU No.20/2023 tentang ASN serta selaras dengan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Pemkot Jogja 2023-2026.

Menjembatani Kebutuhan Organisasi dan Kapasitas Individu

JLW dirancang untuk menyelaraskan apa yang dibutuhkan organisasi dengan peningkatan kapasitas tiap pegawai. Sistem ini mengintegrasikan analisis kebutuhan kompetensi atau Human Capital Development Plan (HCDP) dengan rekam jejak pembelajaran secara digital.

Dengan integrasi tersebut, pengembangan kompetensi ASN tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Pilihan program yang diambil pegawai harus sejalan dengan arah kebutuhan instansi.

"Jogja Learning Wallet dirancang untuk menjembatani kebutuhan organisasi dengan peningkatan kapasitas individu, memberikan pemerataan akses belajar, serta memastikan pencatatan jam pelajaran ASN tercatat secara akurat dan terukur," ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Pilihan Diklat dan Non-Diklat dalam Satu Sistem

Melalui aplikasi ini, ASN di lingkungan Pemkot Jogja dapat memilih beragam program pengembangan. Opsi yang tersedia mencakup jalur pendidikan dan pelatihan (diklat) maupun non-diklat.

Seluruh riwayat pelatihan, baik yang bersifat klasikal maupun pembelajaran mandiri, terekam dalam satu kanal. Hal ini mempermudah verifikasi saat evaluasi kinerja maupun kenaikan jenjang karier.

ASN Bisa Pantau Capaian Belajar Secara Mandiri

Aplikasi JLW dilengkapi fitur pemantauan mandiri. Fitur ini memungkinkan setiap ASN memantau capaian pembelajarannya masing-masing secara fleksibel dan kapan saja.

Selain memberi kemudahan memantau perkembangan kompetensi, fitur ini memastikan proses pengembangan dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh aktivitas belajar terdokumentasi, bukan hanya sekadar formalitas administrasi.

Target: Indeks Kualitas ASN dan Pelayanan Publik

Program JLW didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Pemkot Jogja berharap inovasi ini mendorong peningkatan Indeks Kualitas ASN.

Lebih jauh, pengembangan sistem pembelajaran yang terintegrasi ini diharapkan memberi dampak nyata pada mutu layanan kepada warga, bukan berhenti pada peningkatan kapasitas aparatur semata.

"Peningkatan kompetensi ASN melalui sistem pembelajaran yang terintegrasi diharapkan turut berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemkot Jogja," kata Wuri.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks