Pencarian

Kasus Campak di Bantul Naik ke 127, Capaian Imunisasi Bayi Baru 54,43 Persen: Orang Tua Tolak Vaksin karena Halal dan Takut Demam

Kamis, 03 September 2026 • 22:22:01 WIB
Kasus Campak di Bantul Naik ke 127, Capaian Imunisasi Bayi Baru 54,43 Persen: Orang Tua Tolak Vaksin karena Halal dan Takut Demam
Kasus campak di Bantul mencapai 127 temuan sepanjang 2026, meningkat enam kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kasus campak di Kabupaten Bantul melonjak tajam sepanjang 2026 hingga mencapai 127 temuan, enam kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 21 kasus. Di tengah lonjakan itu, cakupan imunisasi dasar bayi baru tercapai 54,43 persen, masih jauh dari target yang ditetapkan pada September ini. Dinas Kesehatan Bantul mengakui penolakan dan penundaan imunisasi oleh orang tua masih menjadi pekerjaan rumah terbesar.

BANTUL — Angka kejadian campak yang meningkat drastis berbanding terbalik dengan capaian imunisasi di lapangan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Tri Widiyantara, menyebut vaksinasi merupakan tameng utama agar bayi terhindar dari penyakit yang kerap menyerang sistem pernapasan itu.

Sepanjang 2026, pihaknya mencatat 127 kasus campak, sementara di periode yang sama tahun sebelumnya hanya ada 21 kasus. "Vaksinasi penting dilakukan, khususnya untuk menghindarkan bayi dari penyakit campak," katanya di Bantul, Kamis.

Kendala di Lapangan: Halal Vaksin sampai Takut Demam

Agus mengakui pelaksanaan imunisasi tidak selalu mulus. Sebagian orang tua memilih menolak atau menunda pemberian vaksin karena sejumlah alasan mendasar.

"Penolakan terjadi karena masalah keyakinan, kehalalan vaksin, dan takut adanya efek samping setelah divaksin seperti demam," ujarnya.

Dinkes Bantul pun terus mengedukasi warga bahwa reaksi ringan seperti demam usai vaksinasi adalah hal yang wajar. Justru, kata dia, itu menandakan vaksin mulai bekerja membentuk kekebalan di dalam tubuh bayi.

Capaian Masih Jauh dari Target September

Data Dinkes Bantul menunjukkan imunisasi dasar bayi baru menyentuh angka 54,43 persen. Padahal target pada September 2026 ditetapkan sebesar 63,3 persen dengan sasaran 8.456 bayi.

Jenis imunisasi yang diberikan meliputi Hepatitis B, BCG, Polio, DPT-HB-Hib, dan Campak/MR. Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi, dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Bantul, Elina Chrisniati, mengingatkan data tersebut sifatnya masih sementara.

"Data (capaian) ini masih sementara karena belum divalidasi bersama seluruh puskesmas," tuturnya.

Data Akan Divalidasi Akhir Tahun

Dinkes Bantul berencana melakukan validasi ulang bersama seluruh puskesmas pada akhir tahun. Hasilnya akan menjadi gambaran definitif capaian imunisasi dasar bayi di kabupaten ini.

"Validasi data imunisasi akan dilakukan pada akhir tahun. Kami masih menunggu hasil validasi," kata Elina.

Puskesmas dan Kader Posyandu Diminta Lebih Aktif

Untuk mengejar target, Dinkes Bantul tidak hanya mengandalkan edukasi langsung. Instansi itu mendorong jajaran puskesmas dan kader posyandu agar lebih proaktif mendatangi orang tua yang memiliki bayi.

"Kami dorong Puskesmas dan juga kader Posyandu untuk proaktif mengajak orang tua bayi menjalani imunisasi dasar lengkap," ujar Agus.

Langkah ini ditempuh agar anak-anak di Bantul terlindungi dari ancaman penyakit menular yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks