DI YOGYAKARTA — Bank of America menilai agen AI Meta Muse berpotensi menggerus pendapatan layanan Apple karena bisa melewati ekosistem iPhone dalam proses penemuan produk hingga transaksi. Saham Apple turun lebih dari 2,5% setelah analis Wamsi Mohan merilis catatan investor yang menyoroti risiko tersebut. Muse tercatat sudah diunduh lebih dari 3,4 juta kali dan bertahan hampir dua pekan di puncak App Store AS.
Meta Muse menempati peringkat pertama aplikasi gratis di App Store Amerika Serikat selama hampir dua pekan. Pencapaian itu diraih hanya dalam 10 hari sejak peluncuran, cukup untuk menyalip ChatGPT di posisi teratas.
Data Sensor Tower yang dikutip TechCrunch memperkirakan Muse telah mengumpulkan lebih dari 3,4 juta unduhan hingga pekan lalu. Angka itu menjadikannya salah satu peluncuran aplikasi AI dengan adopsi tercepat di pasar AS tahun ini.
Apa Itu Meta Muse dan Kemampuannya
Muse adalah agen AI bergaya OpenClaw yang bisa menjelajah web, mengisi formulir, memesan perjalanan, mengirim email, dan melakukan pembelian atas nama pengguna. Kemampuan itu membuatnya berfungsi sebagai perantara antara pengguna dan layanan digital, bukan sekadar chatbot penjawab pertanyaan.
Muse juga sudah terhubung dengan sejumlah layanan commerce, termasuk Shopify dan Shop Pay, Expedia, serta PayPal. Integrasi tersebut memungkinkan agen menangani transaksi mulai dari tahap penemuan produk sampai checkout tanpa pengguna harus membuka aplikasi terpisah.
Peringatan Bank of America untuk Apple
Analis Bank of America Wamsi Mohan menilai kemampuan agen AI pihak ketiga seperti Muse bisa mengalihkan alur penemuan produk, rujukan, dan inisiasi transaksi yang selama ini terjadi di dalam ekosistem Apple. Peringatan itu disampaikan lewat catatan investor yang dirilis bersamaan dengan penurunan saham Apple lebih dari 2,5%.
"The risk for Apple is that it can keep every handset sale and still lose discovery, referral, and transaction initiation," tulis Mohan dalam catatannya, dikutip dari SeekingAlpha.
Mohan tetap mempertahankan rating "Buy" dan target harga 370 dolar AS untuk Apple. Ia menilai perusahaan masih berpeluang menjadi pemenang jangka panjang di segmen AI edge, meski tekanan dari agen AI pihak ketiga semakin nyata.
Ekonomi Intent dan Pergeseran Peran Merchant
Dalam catatan yang sama, Mohan menyoroti bagaimana agen AI berpotensi mengubah siapa yang berperan sebagai merchant dalam transaksi digital. Pihak yang dipilih agen akan menjadi merchant, sementara pemilik agen mengumpulkan ekonomi routing yang sebelumnya dinikmati sistem operasi, mesin pencari, dan app store.
"Whomever the agent chooses becomes the merchant, and whoever owns the agent collects the routing economics that previously accrued to operating systems, search, and app stores," tulisnya, dikutip dari Yahoo! Finance.
Mohan menyebut integrasi commerce Muse sebagai contoh konkret bagaimana agen AI bisa menangani transaksi dari awal hingga akhir. Pola ini berpotensi memangkas peran perantara tradisional, termasuk layanan yang selama ini menjadi sumber pendapatan Apple.
Kelemahan Siri dan Tantangan Apple
Mohan menilai iPhone generasi terbaru sudah punya tenaga komputasi lebih dari cukup untuk menjalankan agen AI. Karena itu, tantangan terbesar Apple bukan di sisi hardware, melainkan pada eksekusi software dan integrasi layanan.
Ia menyoroti Siri AI yang dinilai belum memiliki sejumlah kemampuan Muse, seperti tugas latar belakang persisten, dukungan aksi pihak ketiga yang luas, dan jalur pembayaran khusus agen. Perbedaan kecepatan pengembangan juga menjadi catatan, karena Apple biasanya merilis pembaruan software besar sekali setahun sementara agen AI bisa meningkat setiap hari.
Mohan menilai Apple perlu menggerakkan tim Services, silicon, payments, privacy, dan Siri AI secara bersamaan dan lebih cepat jika ingin bersaing memperebutkan apa yang disebutnya sebagai ekonomi intent pengguna. Basis pengguna terpasang yang besar dan reputasi privasi tetap menjadi keunggulan Apple, terutama untuk meyakinkan pengguna memberi agen AI akses ke tugas sensitif.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor di Indonesia, pergeseran ini jadi sinyal bahwa kanal penemuan produk dan transaksi bisa berpindah dari app store ke agen AI. Pemilik agen berpotensi memegang kendali atas alur ekonomi yang selama ini dinikmati platform besar.