Pencarian

Pria 58 Tahun Asal Kraton Yogyakarta Meninggal Usai Kejang di Jalan Laksda Adisucipto, Sempat Ikut Aksi Demo

Jumat, 31 Juli 2026 • 21:39:01 WIB
Pria 58 Tahun Asal Kraton Yogyakarta Meninggal Usai Kejang di Jalan Laksda Adisucipto, Sempat Ikut Aksi Demo
Petugas medis mengevakuasi jenazah pria 58 tahun di Jalan Laksda Adisucipto, Sleman, Kamis (30/7/2026).

SLEMAN — Seorang pria paruh baya meninggal dunia secara mendadak di tepi Jalan Laksda Adisucipto Km 7,5, Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Korban diketahui berinisial S, usia 58 tahun, warga Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban tiba seorang diri mengendarai sepeda motor dalam kondisi lemas dan pucat. Ia sempat meminta pertolongan sebelum akhirnya mengalami kejang dan tidak sadarkan diri.

Kronologi: Sempat Diberi Minum dan Minyak Kayu Putih

Saksi yang berada di tempat kejadian berusaha memberikan pertolongan pertama dengan memberikan air minum serta mengoleskan minyak kayu putih ke tubuh korban. Upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kondisi korban terus melemah.

"Tidak lama kemudian korban mengalami kejang dan saat ambulans tiba di lokasi, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan," kata Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro, Jumat (31/7/2026).

Sempat Sampaikan Baru Selesai Mengikuti Aksi Unjuk Rasa

Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat menyampaikan informasi kepada saksi bahwa dirinya baru saja selesai mengikuti kegiatan unjuk rasa di sekitar Kantor Dinas Perhubungan Provinsi DIY. Namun, keterangan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Keterangan tersebut masih sebatas informasi yang disampaikan korban kepada saksi sebelum meninggal dunia," terang Argo.

Hasil Olah TKP: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Petugas gabungan dari Polsek Depok Barat bersama tim medis dan Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kematian korban. Hasil pemeriksaan awal dokter di lokasi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit atau kelelahan. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk penanganan lebih lanjut.

Keluarga Tolak Autopsi

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga yang telah dihubungi petugas menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

"Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi," urainya.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inilahjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks