JOGJA — BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi penurunan jarak pandang akibat fenomena udara kabur yang akan melanda mayoritas wilayah DIY, Senin (10/8/2026). Suhu udara di kawasan ini diperkirakan berkisar antara 19 hingga 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi, mencapai 48 hingga 99 persen.
Fenomena ini disebabkan oleh partikel-partikel halus di atmosfer yang mengurangi jarak pandang. Meski tidak selalu berkaitan dengan hujan, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas berkendara, terutama bagi pengguna jalan yang melintas di pagi hari.
Sleman dan Kota Jogja Jadi Wilayah Terdampak Terluas
Kabupaten Sleman menjadi daerah dengan cakupan udara kabur paling luas. BMKG memprediksi fenomena ini terjadi di Gamping, Godean, Moyudan, Minggir, Seyegan, Mlati, Depok, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Pakem, hingga Cangkringan.
Wilayah Berbah dan Prambanan diprakirakan berawan, sementara Tempel dan Turi berpotensi mengalami kabut atau asap. Suhu di Sleman diperkirakan 19–29 derajat Celsius dengan kelembaban udara 53–90 persen.
Di Kota Jogja, udara kabur diperkirakan menyelimuti Kemantren Tegalrejo, Jetis, Gondokusuman, Danurejan, Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Kraton, Gondomanan, dan Pakualaman. Adapun Mantrijeron, Mergangsan, Umbulharjo, serta Kotagede diprakirakan berawan.
Gunungkidul Jadi Pilihan Terbaik untuk Aktivitas Luar Ruangan
Berbeda dengan wilayah lain, Kabupaten Gunungkidul justru diprediksi memiliki cuaca paling bersahabat. BMKG menyebut kondisi cerah berawan akan terjadi di Semanu, Saptosari, dan Tanjungsari.
Sementara itu, Wonosari, Playen, Patuk, Karangmojo, Ponjong, Rongkop, Semin, Gedangsari, hingga Girisubo diperkirakan mengalami kondisi berawan. Suhu di Gunungkidul berkisar 20–29 derajat Celsius dengan kelembaban 54–96 persen, menjadikannya wilayah paling nyaman untuk kegiatan di luar ruangan dibandingkan daerah lain di DIY.
Kulonprogo dan Bantul: Sebagian Besar Diselimuti Kabut
Di Kabupaten Kulonprogo, fenomena udara kabur diprakirakan terjadi di Lendah, Sentolo, Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, dan Samigaluh. Wilayah Temon, Wates, Panjatan, dan Galur diprediksi berawan, sementara Kalibawang berpotensi mengalami kabut atau asap.
Adapun Kabupaten Bantul, cuaca berawan diprakirakan terjadi di Srandakan, Sanden, Kretek, Pundong, Bambanglipuro, Pandak, Jetis, Imogiri, Dlingo, Banguntapan, Pleret, Piyungan, Sewon, dan Kasihan. Wilayah Pajangan, Bantul, dan Sedayu berpotensi mengalami udara kabur.
BMKG Imbau Warga Pantau Perkembangan Cuaca
BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna kendaraan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan kondisi jarak pandang selama perjalanan. Pemantauan terhadap prakiraan cuaca terbaru juga disarankan sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu.