Pencarian

Hiromu Tanaka Akui Gugup Debut di Luar Jepang, Kini Fokus Adaptasi Cuaca dan Komunikasi di PSS Sleman

Kamis, 13 Agustus 2026 • 18:35:31 WIB
Hiromu Tanaka Akui Gugup Debut di Luar Jepang, Kini Fokus Adaptasi Cuaca dan Komunikasi di PSS Sleman
Hiromu Tanaka mengikuti sesi latihan perdana bersama PSS Sleman di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (12/8/2026).

SLEMAN — Perjalanan karier Hiromu Tanaka memasuki babak baru setelah resmi berseragam PSS Sleman. Klub berjuluk Super Elang Jawa itu menjadi tim pertama di luar Jepang yang dibela oleh pemain berusia 27 tahun tersebut selama berkarier di dunia sepak bola profesional.

Kepindahan ini pun diakui Hiromu memunculkan rasa gugup tersendiri. Perasaan itu muncul bukan tanpa sebab, melainkan karena ini kali pertama ia meninggalkan kampung halamannya untuk merumput di kompetisi asing.

"Karena ini pertama kalinya saya ke luar negeri, ya sedikit merasa gugup," ungkap Hiromu pada Rabu (12/8/2026) di Lapangan Pakembinangun.

Sudah Tahu Sepak Bola Indonesia Sejak Tiga Tahun Lalu

Meski baru kini benar-benar bergabung, ketertarikan klub Indonesia terhadap Hiromu sebenarnya sudah muncul sejak lama. Ia mengaku sempat mendengar kabar tersebut sekitar tiga tahun lalu, sebelum akhirnya kesepakatan dengan PSS Sleman terwujud.

Informasi itu pula yang membuatnya datang ke Indonesia dengan membawa gambaran awal tentang kehidupan dan sepak bola Tanah Air. Sejauh ini, ekspektasi tersebut justru berbanding lurus dengan pengalaman yang ia rasakan bersama tim kebanggaan warga Sleman itu.

"Sekitar tiga tahun lalu saya sudah mendengar kalau ada tim dari Indonesia yang tertarik dengan saya. Jadi, saya datang ke sini sambil membayangkan gambarannya sedikit demi sedikit dan sejauh ini, saya sangat menikmatinya," tuturnya.

Adaptasi Suhu dan Komunikasi Jadi Prioritas Utama

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Hiromu setelah tiba di Indonesia adalah perbedaan kondisi cuaca dan suhu yang cukup kontras dengan Jepang. Hal ini menjadi perhatian khusus agar performanya tetap terjaga selama menjalani latihan bersama rekan setim.

"Suhu dan cuaca di sini berbeda, saya mencoba untuk terus beradaptasi dengan kondisi tersebut," kata Hiromu.

Untuk memperlancar proses penyesuaian diri, pemain yang beroperasi di lini tengah ini juga aktif membangun komunikasi dengan para pemain PSS Sleman lainnya. Menurutnya, interaksi yang baik di dalam tim menjadi kunci untuk cepat menyatu dengan gaya permainan Super Elang Jawa.

"Ya saya banyak berkomunikasi," ujarnya.

Pelatih Beri Waktu bagi Legiun Asing Beradaptasi

Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, memberikan sinyal bahwa para pemain asing anyar masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Ia menilai para rekrutan baru tidak hanya perlu menyatu dengan tim, tetapi juga harus terbiasa dengan karakter sepak bola Indonesia yang khas.

Evaluasi tersebut merupakan bagian dari persiapan menyambut kompetisi Super League 2026/2027. Penilaian dilakukan setelah PSS Sleman menjalani laga uji coba kontra Kendal Tornado FC, dan Huistra disebut tengah menyiapkan rangkaian pertandingan persahabatan lainnya untuk mematangkan kekuatan tim.

Selain memantau perkembangan para legiun asing, pelatih asal Belanda itu juga masih membuka peluang untuk mendatangkan pemain lokal guna memperkuat skuad menghadapi musim depan.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sport.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks