Pencarian

Penampakan Ikan Oarfish di Lombok Kembali Picu Isu Pertanda Gempa

Rabu, 26 Agustus 2026 • 15:53:01 WIB
Penampakan Ikan Oarfish di Lombok Kembali Picu Isu Pertanda Gempa
Seekor ikan oarfish ditemukan mati oleh pengunjung di Pantai Pink, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (28/3/2025) pagi.

DI YOGYAKARTA — Penemuan ikan oarfish di perairan Indonesia selalu menarik perhatian, dan kali ini giliran Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok, Nusa Tenggara Barat yang menjadi lokasinya. Seekor oarfish raksasa ditemukan dalam kondisi mati oleh pengunjung sekitar pukul 07.30 WITA, dan video penemuannya langsung viral di media sosial.

Dalam tradisi Jepang, ikan ini dikenal sebagai Ryugu no tsukai atau "Pembawa Pesan dari Istana Dewa Laut". Legenda yang tertulis dalam kumpulan cerita Shokoku Rijin Dana pada abad ke-18 menyebutkan bahwa kemunculan ikan ini di permukaan adalah pertanda akan terjadinya gempa bumi bawah laut.

Mengapa Ikan Ini Disebut "Ikan Kiamat"?

Keyakinan tersebut menguat setelah bencana Fukushima 2011 yang menewaskan lebih dari 20 ribu orang. Kyodo News melaporkan setidaknya belasan oarfish terdampar di pantai Jepang pada tahun sebelum bencana itu terjadi.

Teori pseudosains kemudian berkembang, menyebut bahwa makhluk laut dalam ini berpindah ke perairan dangkal saat merasakan perubahan elektromagnetik akibat pergerakan tektonik. Namun, para ahli memiliki pandangan berbeda.

Penjelasan Ilmiah di Balik Kemunculan Oarfish

Osamu Inamura, direktur Akuarium Uozu, menawarkan teori yang lebih masuk akal. Menurutnya, oarfish muncul ke permukaan karena mengikuti pergerakan pasokan makanannya, yaitu sejenis udang mikro.

"Ketika pasokan udang mereka naik ke arah plankton pada siang hari, oarfish terkadang mengikuti dan tertangkap jaring nelayan," kata Inamura.

Kazusa Saiba, penjaga Akuarium Uozu, mengakui ada kemungkinan pergerakan oarfish dipicu oleh "perubahan halus pada kerak bumi" yang menyebabkan arus bergerak dan mendorong makhluk dasar laut ke permukaan. Namun, ia menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung teori korelasi langsung antara oarfish dan gempa.

"Tidak ada bukti ilmiah sama sekali untuk teori bahwa oarfish muncul di sekitar gempa besar. Tapi kami tidak bisa 100 persen menyangkal kemungkinan itu," ujar Saiba.

"Bisa jadi pemanasan global berdampak pada munculnya oarfish atau alasan yang tidak kita sadari," tandasnya.

Fakta Unik Ikan Terpanjang di Dunia

Secara biologis, oarfish adalah spesimen yang luar biasa. Termasuk dalam famili Regalecidae—dari bahasa Latin Regalis yang berarti kerajaan—ikan ini dinobatkan sebagai ikan bertulang terpanjang di dunia. Spesies Regalecus glesne dapat tumbuh hingga 11 meter, bahkan beberapa sumber menyebut bisa mencapai 17 meter dengan berat 270 kilogram.

Nama "oarfish" sendiri berasal dari bentuk sirip dadanya yang memanjang menyerupai dayung. Ikan ini pertama kali ditemukan pada 1772 dan hidup di laut beriklim sedang hingga tropis pada kedalaman sekitar 1.000 meter.

Berbeda dari ikan bertulang lainnya, oarfish tidak memiliki sisik dan giginya pun tidak ada. Ia menggunakan "penyapu insang" untuk menjerat plankton kecil yang menjadi makanannya. Tekstur tubuhnya yang sangat lembut membuatnya mudah rusak saat terdampar di permukaan, meski ia beradaptasi sempurna untuk bertahan di tekanan tinggi dasar laut.

Status konservasi oarfish masih belum sepenuhnya dipelajari karena jarang diamati dalam keadaan hidup. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mencatat dagingnya memiliki tekstur lembut dan lengket, dan telah dilakukan percobaan konsumsi meski ikan ini bukan target tangkapan komersial.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks