Pencarian

Deddy Sitorus: BUMN Karya di Ambang Kebangkrutan, Ribuan Vendor Jadi Korban Nafsu Infrastruktur

Kamis, 06 Agustus 2026 • 10:08:31 WIB
Deddy Sitorus: BUMN Karya di Ambang Kebangkrutan, Ribuan Vendor Jadi Korban Nafsu Infrastruktur
Ribuan vendor dan kontraktor disebut terdampak risiko kebangkrutan yang dihadapi BUMN Karya menurut pernyataan Deddy Sitorus.

DI YOGYAKARTA — Unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik karena menyentuh persoalan fundamental tata kelola proyek strategis nasional. Deddy menegaskan bahwa tekanan finansial yang dialami BUMN Karya bukan sekadar masalah internal perusahaan, melainkan telah merembet ke rantai pasok industri konstruksi yang menggantungkan hidup pada proyek-proyek pemerintah.

Korban Ambisi Pembangunan 10 Tahun

Dalam pernyataannya, Deddy secara eksplisit menyebut seluruh BUMN Karya besar kini menghadapi risiko kebangkrutan. Ia menilai akar persoalannya adalah laju pembangunan infrastruktur yang terlalu cepat tanpa diimbangi pengendalian dan perhitungan finansial yang matang.

"Semua BUMN Karya besar di ambang kebangkrutan, juga ribuan kontraktor dan vendor-supplier seantero negeri. Korban nafsu bangun infrastruktur 10 tahun tanpa kendali untuk pencitraan," tulis Deddy.

Pernyataan ini menjadi sinyal keras bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi model pembiayaan proyek yang selama ini membebani kas negara dan BUMN.

Mengapa Keberlangsungan BUMN Karya Krusial?

Deddy mengingatkan bahwa BUMN Karya memegang peran sentral dalam merealisasikan proyek-proyek strategis nasional. Jika perusahaan-perusahaan ini kolaps, dampaknya akan berlapis: proyek mandek, pekerja terancam PHK, dan kepercayaan investor terhadap sektor konstruksi nasional ikut merosot.

Ia pun mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola proyek infrastruktur. Fokusnya bukan hanya pada penyelesaian fisik proyek, tetapi juga memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan pelaksana agar tidak menimbulkan efek domino yang lebih luas.

"Keberlangsungan BUMN Karya menjadi hal penting karena perusahaan-perusahaan tersebut memiliki peran besar dalam pembangunan berbagai proyek strategis di Indonesia," ujarnya.

Apa Langkah Selanjutnya?

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah maupun jajaran direksi BUMN Karya terkait kritik tajam tersebut. Publik dan pelaku industri kini menunggu respons konkret, terutama terkait skema restrukturisasi atau penyuntikan modal yang mungkin akan ditempuh untuk menyelamatkan perusahaan konstruksi pelat merah.

Tekanan terhadap BUMN Karya sendiri sebenarnya sudah terasa dalam beberapa tahun terakhir, seiring menumpuknya piutang dan beban bunga pinjaman yang membengkak. Pernyataan Deddy kali ini setidaknya membuka kembali diskusi publik tentang masa depan industri konstruksi nasional yang tengah berada di persimpangan jalan.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritabanten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks