DI YOGYAKARTA — Kendaraan patroli listrik yang dijuluki Catwalk Cars ini bukanlah mobil konvensional. Ia dirancang khusus untuk melintasi jalur pedestrian sempit di dalam terowongan, yang dalam istilah teknis disebut catwalk. Karena itulah, dimensinya dibuat sangat ramping, bahkan nyaris menyerupai sepeda motor berpengaman, agar bisa bermanuver di ruang yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan patroli standar.
Fungsi Krusial di Balik Dimensi yang Tidak Biasa
Keberadaan kendaraan ini bukan sekadar gimmick. Petugas tunnel police membutuhkan alat mobilitas yang cepat dan lincah untuk merespons insiden di dalam terowongan, mulai dari kendaraan mogok hingga kecelakaan. Dengan lebar bodi yang sangat minimalis, Catwalk Cars bisa melaju melewati kendaraan yang terjebak macet dan mencapai titik kejadian lebih cepat daripada mobil patroli biasa.
Keunggulan lainnya adalah sistem penggeraknya yang murni listrik. Di lingkungan tertutup seperti terowongan, emisi gas buang menjadi masalah serius. Penggunaan motor listrik otomatis menghilangkan risiko polusi udara di area yang sirkulasinya terbatas, sekaligus mengurangi kebisingan yang bisa mengganggu konsentrasi pengemudi lain.
Dari Masa Keemasan Hingga Tenggelam oleh Zaman
Catwalk Cars tercatat beroperasi aktif hingga sekitar awal dekade 2010-an. Namun, seiring perkembangan teknologi kendaraan listrik modern yang lebih mumpuni dan perubahan protokol keamanan, kendaraan unik ini perlahan pensiun. Bentuknya yang terlalu sederhana dianggap kurang memberikan perlindungan memadai bagi petugas, terutama jika terjadi benturan dengan kendaraan lain di ruang sempit.
Kini, Catwalk Cars hanya menjadi bagian dari dokumentasi sejarah dan koleksi para penggemar kendaraan unik. Kisahnya menjadi pengingat bahwa inovasi transportasi tidak selalu harus besar dan megah. Terkadang, solusi paling cerdas lahir dari kebutuhan spesifik di lokasi yang paling tidak terduga, seperti lorong gelap di bawah kota New York.