Pencarian

Dokter RSPAD Ingatkan Warga Yogyakarta Soal Heatstroke di Tengah Cuaca Panas, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 11:19:01 WIB
Dokter RSPAD Ingatkan Warga Yogyakarta Soal Heatstroke di Tengah Cuaca Panas, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai
Warga beraktivitas di bawah terik matahari di tengah suhu panas yang melanda Yogyakarta.

YOGYAKARTA — Suhu udara yang menyengat akhir-akhir ini bukan sekadar bikin gerah. Dokter spesialis neurologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Brigjen TNI (Purn) dr. Sholihul Muhibbi, Sp.N., M.Si.Med., mengingatkan bahwa paparan panas berlebih bisa membuat sistem pengatur suhu tubuh gagal bekerja. Kegagalan inilah yang menjadi awal mula heatstroke, kondisi darurat yang tak boleh dianggap sepele.

“Pada cuaca panas seperti ini mempermudah terjadinya kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh atau termoregulasi yang dipicu oleh aktivitas yang berlebihan, kurang memadainya kecukupan asupan cairan dan tubuh yang tidak fit,” kata Sholihul saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Bukan Sekadar Kepanasan, Ini Perbedaan Tahapannya

Dampak panas pada tubuh tidak datang tiba-tiba. Sebelum jatuh pada kondisi kritis, tubuh biasanya memberi sinyal bertahap. Tahap paling ringan disebut heat cramps, ditandai rasa haus, keringat berlebih, dan kram otot.

Jika diabaikan, kondisi ini bisa naik kelas menjadi heat exhaustion. Suhu tubuh biasanya naik hingga di bawah 40 derajat Celsius, denyut nadi cepat tapi lemah, disertai pusing, sakit kepala, dan mual. Pada fase ini, penderita umumnya masih sadar penuh.

Barulah ketika suhu inti tubuh menembus angka 40 derajat Celsius dan fungsi otak mulai terganggu, seseorang dianggap mengalami heatstroke. “Terjadi juga gangguan fungsi otak, yaitu kesadaran yang menurun seperti meracau, kejang sampai koma, dan juga kegagalan fungsi ginjal, hati, serta gangguan pembekuan darah,” ujarnya.

Siapa yang Paling Rentan?

Tidak semua orang punya risiko yang sama. Sholihul menyebut beberapa kelompok perlu ekstra waspada, di antaranya lansia, orang dengan obesitas, serta mereka yang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin dan beta blocker. Obat golongan ini bisa mengganggu sistem regulasi keringat, sehingga tubuh lebih mudah kepanasan.

Mereka yang memaksakan diri beraktivitas berat tanpa proses aklimatisasi—adaptasi tubuh terhadap panas—juga masuk daftar rentan. Kondisi fisik yang tidak prima semakin memperbesar peluang terjadinya kegagalan termoregulasi.

Langkah Pertama yang Harus Dilakukan

Jika menemukan seseorang terkena serangan panas, jangan panik. Segera pindahkan korban ke tempat sejuk dan longgarkan pakaian yang menghalangi pelepasan panas tubuh. Proses pendinginan bisa dilakukan dengan membasahi atau mengompres permukaan tubuh sambil memberikan aliran udara menggunakan kipas.

Pemberian minum hanya diperbolehkan jika korban masih dalam keadaan sadar penuh. Sebaliknya, jika kesadaran menurun, jangan pernah memaksakan minum. “Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis segera, termasuk pemberian cairan melalui infus serta pemantauan fungsi ginjal, hati, jantung, dan otak,” jelas Sholihul.

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

BMKG sebelumnya juga mengingatkan risiko heatstroke selama musim kemarau, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas lama di luar ruangan. Kuncinya ada pada pencegahan: jaga kecukupan cairan tubuh, hindari aktivitas berat berlebihan saat matahari sedang terik, dan beri waktu tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Mengenali tanda-tanda awal gangguan akibat panas jauh lebih mudah daripada mengobati dampaknya yang bisa fatal. Jika tubuh sudah memberi sinyal lelah dan pusing di tengah teriknya cuaca, segera berteduh dan minum air putih. Jangan menunggu sampai kondisi menjadi lebih serius.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radiostar.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks