DI YOGYAKARTA — Gugatan class action terhadap BMW North America menuding klaim oli front differential "lifetime" pada X5, X6, dan X7 produksi hingga 2025 menyesatkan konsumen. Pemilik BMW X5 M50i 2020, Alex Heckler, menjadi penggugat setelah differential mobilnya rusak di 47.000 mil dan harus menanggung biaya perbaikan US$6.199,01 sendiri. Gugatan ini hanya mencakup pemilik atau penyewa BMW di Pennsylvania.
Gugatan yang diajukan ke pengadilan itu menuding BMW North America mengetahui front differential pada kendaraan yang mereka produksi akan rusak sebelum waktunya jika oli "lifetime" tidak diganti secara berkala. Meski demikian, pabrikan asal Jerman itu tidak pernah mengungkapkan cacat tersebut kepada konsumen maupun publik. Kasus ini pertama kali dilaporkan Road & Track.
Dalam dokumen gugatan disebutkan kendaraan yang masuk dalam class action ini meninggalkan pabrik dengan front differential cacat yang gagal sebelum waktunya dan memerlukan penggantian dengan biaya ribuan dolar. Model yang terlibat adalah BMW G05 X5, G06 X6, dan G07 X7 yang diproduksi hingga 2025.
Kronologi Kerusakan yang Dialami Penggugat
Alex Heckler mengalami kerusakan front differential pada BMW X5 M50i 2020 miliknya di sekitar 47.000 mil. Jarak tempuh itu masih di bawah batas garansi 50.000 mil, tetapi sudah melewati empat tahun sejak kendaraan pertama dijual.
BMW menolak menanggung perbaikan di bawah garansi. Heckler akhirnya merogoh kocek sendiri sebesar US$6.199,01 untuk penggantian komponen tersebut. Gugatan menilai kerusakan ini bisa dicegah jika BMW mencantumkan penggantian oli secara berkala dalam jadwal perawatan resmi.
Oli Differential Seharusnya Diganti 30.000–50.000 Mil
Oli differential umumnya perlu diganti setiap 30.000 hingga 50.000 mil. Interval ini bisa berbeda tergantung spesifikasi pabrikan dan pola pemakaian kendaraan. Penggunaan untuk menarik beban berat lebih membebani komponen dibanding pemakaian harian.
Oli yang tidak diganti dalam rentang jarak tempuh wajar akan menua, menghitam, dan mengental sehingga kemampuan pelumasannya menurun. Differential juga bekerja pada suhu tinggi, bahkan bisa mencapai 260 derajat Fahrenheit atau lebih saat masa break-in. Panas berlebih mempercepat kerusakan oli dan melemahkan fungsinya melumasi gigi-gigi di dalamnya.
BMW Hapus Front Differential dari Jadwal Perawatan
Hingga awal 2010-an, BMW masih mencantumkan front differential untuk kendaraan berteknologi xDrive dalam jadwal perawatan mereka. Setelah periode itu, BMW menyatakan front differential sudah memakai oli "lifetime" yang tidak perlu diganti.
Klaim itu muncul meski komponen tersebut masih memiliki drain plug dan fill plug untuk perawatan oli. Rear differential tetap memiliki interval servis yang direkomendasikan setiap 50.000 mil dalam beberapa panduan perawatan BMW. Pabrikan juga merekomendasikan penggantian oli saat servis running-in di 1.200 mil.
Front differential tidak disebut dalam kedua jadwal tersebut. Padahal fungsinya sama dengan rear differential. Gugatan mempertanyakan mengapa komponen dengan beban kerja identik tidak mendapat perawatan yang setara.
Kerusakan Terjadi Tepat Setelah Garansi Berakhir
Gugatan menyoroti pola kerusakan front differential yang umumnya muncul setelah 50.000 mil atau setelah empat tahun. Pada titik itu, garansi kendaraan baru BMW North America sudah tidak lagi menanggung perbaikan.
Konsumen seperti Heckler dipaksa membayar ribuan dolar ke BMW North America dan dealer resminya untuk penggantian front differential. Gugatan menilai kondisi ini menguntungkan secara finansial bagi pabrikan dan jaringan dealernya, tetapi merugikan pemilik kendaraan.
Dampak Hukum dan Cakupan Gugatan
Gugatan ini khusus mencakup pemilik dan penyewa BMW yang berdomisili di Pennsylvania, atau yang membeli dan menyewa kendaraannya di negara bagian tersebut. Jika gugatan ini menang, hasilnya bisa menjadi preseden bagi gugatan serupa terhadap pabrikan lain yang mengklaim oli kendaraan mereka bertahan "seumur hidup".
Isu "lifetime fluid" sebenarnya bukan hal baru di industri otomotif. Produsen cenderung mengklaim pengurangan biaya perawatan sebagai keunggulan produk. Namun, masa pakai komponen seperti differential dan transmisi dengan oli "lifetime" sering kali berakhir tepat setelah masa garansi habis.